Home / Berita Daerah / Peringati Harganas, Sumedang Garap Khusus Program KKBPK di 1 Kecamatan

Peringati Harganas, Sumedang Garap Khusus Program KKBPK di 1 Kecamatan

Bupati Sumedang saat memimpin peringatan Harganas XXI di Lapangan Cisarua, 20 Agustus 2014. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

Bupati Sumedang Ade Irawan saat memimpin peringatan Harganas XXI di Lapangan Cisarua, 20 Agustus 2014. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

SUMEDANG – DUAANAK.COM

Rupanya Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Sumedang ingin memberi makna lebih dalam saat memeringati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tahun ini. Lebih dari sekadar seremoni, Harganas ke-21 diperingati dengan cara melakukan pengarapan khusus (Rapsus) pogram kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) di satu kecamatan. Seluruh rangkaian mekanisme operasional (Mekop) program KKBPK pun bergulir selama dua hari, 19-20 Agustus 2014.

“Sebenarnya kami mengagendakan rapsus berlangsung selama tiga hari. Namun karena rangkaian Harganas XXI dilaksanakan hari ini (20 Agustus 2014), akhirnya mekop KKBPK ini dipadatkan menjadi dua hari saja,” terang Kepala BKBPP Kabupaten Sumedang Nana Sutisna melalui Kepala Bidang Keluarga Berencana Hoerul di sela peringatan Harganas di Lapangan Desa Kebon Kalapa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang.

Dalam dua hari tersebut, BKBPP mengumpulkan seluruh petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) maupun tenaga penggerak desa (TPD) dari seantero Kabupaten Sumedang di kecamatan tersebut. Para pengelola program di lini lapangan ini secara “keroyokan” menggarap secara intensif satu kecamatan. Selama dua hari itulah mereka “mondok-moek” di tengah warga, beraktivitas di tengah masyarakat dan menginap di rumah penduduk.

Guna memotivasi petugas lini lapangan, panitia melombakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Terutama TPD, mereka ditantang untuk melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat. Para juri berasal dari BKBPP Sumedang dan asosiasi profesi PLKB. Hasil KIE tersebut langsung diarahkan untuk menjadi peserta KB dengan cara mengikuti pelayanan kontrasepsi.

“Selain rapsus program KKBPK, kami juga melaksanakan seminar pengembangan keriwausahaan bagi anggota kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). Seminar ini mendatangkan narasumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang dan Griya Supermarket,” papar Nana lebih jauh.

 

Kerjasama Tripartit UPPKS

Upaya pengembangan kewirausahaan berlanjut ke arah kerjasama konkret. Yakni, kerjasama BKBPP dengan Baznas berupa penyaluran pinjaman dana bergulir bagi kelompok UPPKS. Melalui kerjasama tersebut, kelompok UPPKS berpeluang mendapatkan pinjaman dana hingga Rp 20 juta.

Tak hanya itu, pengembangan makin konkret dengan dibukanya keran kemitraan dengan peritel modern Griya Supermarket. Jaringan ritel terkemuka ini bersedia menampung sekaligus memasarkan produk UPPKS di Kabupaten Sumedang. Tentu, di dalamnya ada prasyarat-prasyarat khusus yang harus dipenuhi kelompok UPPKS, terutama menyangkut standar kualitas produk dan jaminan ketersediaan produk itu sendiri.

“Setelah kami cermati, kerjasama ini menjadi yang pertama di Jawa Barat. Kami mencoba memprakarsai kerjasama tiga pihak untuk mendongkrak kesejahteraan keluarga melalui UPPKS ini. Melalui kerjasama ini, kelompok UPPKS di Sumedang bisa mendapatkan bantuan modal sekaligus tersedia jalan bagi pemasaran produk. Mudah-mudahan masalah klasik UPPKS berupa modal dan pasar ini bisa terpecahkan,” ujar Nana optimistis.

Selain kerjasama tripartit tersebut, BKBPP Sumedang juga menggagas kerjasama antara Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) dengan Karang Taruna. Anggota Karang Taruna yang tersebut di seluruh desa dan kecamatan akan menjadi mitra bagi pengembangan PIKR di daerah masing-masing. Nah, dokumen kerjasama tersebut diteken pada puncak peringatan Harganas XXI dengan turut disaksikan Bupati Sumedang Ade Irawan.

 

Banyak Anak, Banyak Masalah

Berbicara di hadapan masyarakat Kecamatan Cisarua dan unsur pimpinan daerah, Bupati Ade Irawan menyinggung paradigma lama yang berkembang di masyarakat. Dulu, kata Ade Irawan, masyarakat sangat lekat dengan slogan banyak anak banyak rejeki. Sementara saat ini, banyak anak hampir selalu linear dengan banyaknya urusan yang harus diatangani.

“Barangkali sekarang juga masih berkembang (anggapan banyak anak, banyak rejeki). Tidak salah juga. Bukan tidak mungkin banyak anak dan seluruhnya sukses atau sebaliknya, anaknya sedikit tapi memiliki banyak masalah. Namun demikian, pada umumnya semakin banyak anak, maka semakin banyak pula masalah atau urusan yang dihadapi keluarga,” kata Ade.

Karena itu, mantan Ketua DPRD Kota Cimahi ini mengajak masyarakat Sumedang untuk secara sukarela mengikuti program KKBPK. Progam KB yang sekarang berkembang menjadi KKBPK, terang Bupati, bertujuan membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui pengendalian kelahiran, mengupayakan terwujudnya penduduk tumbuh seimbang, dan terwujudnya keluarga kecil bahagia sejahtera.

“Untuk itu, Bismillah ke depan kita berusaha menjaga jarak kelahiran minimal tiga tahun. Bagaimana bila anaknya lebih dari dua, selamatkan saja tentunya. Mengatur jumlah anak menjadi hanya dua orang tentunya bagi mereka yang belum punya anak,” kata Ade Irawan.(NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: