Home / Berita Daerah / Orang Tua Sasaran Program Ketahanan Remaja

Orang Tua Sasaran Program Ketahanan Remaja

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Siti Fathonah. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Siti Fathonah. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

Setiap tahunnya Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menjalin kemitraan dengan berbagai lembaga, baik pemerintah maupun nonpemerintah demi tercapainya program KB dan ruang lingkupnya, salah satunya adalah program Generasi Berencana (Genre). Untuk meningkatkan tersebarluasnya materi program Genre kepada mitra kerja, BKKBN Jabar menyelenggarakan Sosialisasi dan Promosi Bina Ketahanan Remaja (BKR) di Hotel Karang Setra Bandung, Rabu (27/11).

Sasaran dari BKR tersebut adalah keluarga yang memiliki anak remaja. “Saat ini BKKBN sering melibatkan OPD KB di Jabar, BNN, KPA, dan beberapa lembaga non pemerintah untuk menyosialisasikan program ketahanan remaja,” kata Kepala BKKBN Jabar Siti Fathonah usai membuka kegiatan Sosialisasi dan Promosi BKR tersebut. Ia berharap, ada Puskesmas Peduli Remaja sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi remaja dengan jam pelayanan yang khusus. “Tenaga medisnya bisa dilatih khusus untuk melayani kesehatan remaja,”  ujar Siti Fathonah.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 27 Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) kabupaten/kota, 27 Dinas Kesehatan kabupaten/kota, 27 Kasubid Ketahanan, 27 Kwarcab, 27 Ketua Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB), dan 27 Kasubid Remaja. “Melalui kegiatan ini, BKKBN berharap dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan mitra kerja, sehingga program Genre dapat disosialisasikan,” tandas Siti Fathonah.

Kasubid BKR BKKBN Jabar Linda Herliany menjelaskan, bahwa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak ke masa dewasa, sehingga perlu dipersiapkan menjadi manusia yang sehat secara rohani, jasmani, mental dan spiritual. “Tahun 2010 jumlah remaja umur 10-24 tahun sangat besar, sekitar 64 juta atau sekitar 27,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia,”ungkapnya.

Melihat jumlah yang besar itu, lanjut Linda, tentu saja berbagai persoalan yang dihadapi cukup kompleks, diantaranya seputar Triad KRR yang terdiri dari seksuaitas, HIV/AIDS, dan Napza. “Termasuk juga persoalan rendahnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi remaja dan median usia kawin pertama perenpuan yang masih relatif rendah, 19,8 tahun,” sambungnya. Linda menegaskan, bahwa Sosialisasi dan Promosi Program Genre ini perlu diselenggarakan untuk memperluas jaringan mitra kerja.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pokja 1 PKK Jabar Salmiah Rambe memaparkan kegiatan PKK yang telah dilakukan terkait dengan remaja, diantaranya sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Bandung (PKK Goes to School), dengan peserta siswa SMA se Bandung Raya yang bertempat di aula SMA 3 Bandung. “Dalam monitoring dan  evaluasi 10 program pokok PKK, Pokja I mengevaluasi dan menilai  Pembinaan Anak dan Remaja termasuk juga kelompok BKR,” terang Salmiah Rambe.

Salmiah Rambe mengutarakan, bahwa Pokja 1 PKK telah melakukan kegiatan lainnya kepada PIK Remaja, diantaranya “Arisan Nikah” di Kota Tasikmalaya, dan “Warung Remaja” di Kota Bogor seperti membuat ketupat, kaligrafi, dan pelatihan pemulasaran jenazah. “Kami melakukan sosialasasi ketahanan remaja awalnya melalui orangtua dari anak remaja terlebih dahulu,” ujarnya.(RDN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: