Home / Berita Daerah / Keluarga Ujung Tombak Pembangunan Tasikmalaya

Keluarga Ujung Tombak Pembangunan Tasikmalaya

BKKBN Jabar Bagikan Alat Cuci Tangan ke Kampung KB

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto (kiri) memberikan apresiasi kepada petugas yang berhasil mangajak masyarakat untuk menjadi peserta KB pada apel peringatan Harganas ke-27 tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Kamis pagi, 9 Juli 2020.

TASIKMALAYA | WARTA KENCANA

Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto menilai bahwa keluarga merupakan ujung tombak yang akan menjadi penentu pembangunan di Kabupaten Tasikmalay. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Kabupaten Tasikmalaya dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 melalui pendekatan keluarga. Berkat RT Siaga yang secara aktif melakukan edukasi kepada keluarga, selama sebulan terakhir tak ada warga yang terkonfirmasi positif covid-19.

“Keluarga ini merupakan unit terkecil masyarakat. Bila fungsi keluarga berjalan secara efektif, ini akan menjadi modal pembangunan daerah. Jika delapan fungsi keluarga berjalan, maka keluarga menjadi berdaya. Memiliki kekuatan sosial-ekonomi, sehingga berdampak positif bagi lingkungan,” kata Ade saat ditemui usai memimpin apel peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 di halaman kantor Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya pada Kamis pagi, 9 Juli 2020.

Defile kendaraan operaisonal Bangga Kencana oleh petugas lini lapangan.

Apel Harganas diikuti para petugas lini lapangan se-Kabupaten Tasikmalaya yang kompak mengenakan Batik Kencana, seragam baru punggawa pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana). Sesaat sebelum apel, para petugas melakukan defile kendaraan operasional, baik roda empat maupun roda dua. Turut hadir di tengah para petugas lini lapangan adalah Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Kusmana dan Kepala Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk Kabupaten Tasikmalaya Heru Suharto.

“Kami sangat meyadari arti penting program Bangga Kencana di Tasikmalaya ini. Sejalan dengan itu, belum lama ini kami mengesahkan penetapan para tenaga penggerak desa (TPD) menjadi penyuluh keluarga berencana (PKB) non-PNS melalui surat keputusan bupati. Mudah-mudahan penetapan ini memberikan kepastian hukum dan administrasi bagi para petugas, sehingga tidak muncul permasalahan hukum di kemudian hari,” kata Bupati Ade.

Ade yang turut tampil mengenakan Batik Kencana berjanji untuk menambah insentif bagi para petugas lini lapangan. Ade berharap rencana yang bakal direalisasikan dalam beberapa waktu ke depan ini menambah motivasi para petugas yang setiap hari berjibaku di lapangan.

Bupati Ade Sugianto menjadi pengambil apel peringatan Harganas ke-27 tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

“Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sangat mengapresiasi para petugas yang selama ini aktif menggerakkan masyarakat dalam program Bangga Kencana maupun program-program pemerintah lainnya. Khusus dalam momen Harganas ini, kami memberikan apresiasi kepada petugas yang berhasil menggerakkan masyarakat untuk menjadi akseptor KB terbanyak dalam rangka pencapaian pelayanan serentak 1 juta akseptor secara nasional,” papar Bupati.

Bupati juga mengapresiasi para petugas yang selama ini aktif melakukan pembinaan di kampung keluarga berkualitas (Kampung KB). Berkat kerja keras dan kesungguhan para petugas itu, kini kampung KB telah hadir di seluruh desa di Kabupaten Tasikmalaya. Bagi Ade, kampung merupakan miniatur tempat bergulirnya pembangunan masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan.

“Di dalam kampung KB inilah masyarakat secara bersama-sama, bergotong-royong, untuk saling memberdayakan demi kemajuan bersama. Kampung KB berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Kami sangat mendukung kampung untuk terus berkembang lagi,” papar Ade lagi.

Khusus dalam rangka memperingati Harganas ke-27, Ade mengajak keluarga-keluarga di Kabupaten Tasikmalaya untuk lebih membumikan makna keluarga secara nyata di dalam rumah. Menjadikan keluarga sebagai ruang penyemaian karakter bangsa dan revolusi mental.

“Revolusi mental harus dimulai dari keluarga karena keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa. Keluarga menjadi ajang paling sempurna untuk menanamkan nilai-nilai revolusi mental, yaitu integritas, etos kerja, gotong-royong, dan pembangunan karakter sejak dini,” tegas Bupati.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana (tengah) disaksikan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto (kiri) menyerahkan bantuan alat cuci tangan secara simbolik.

Bantuan Alat Cuci Tangan

Sementara itu, bersamaan dengan menyerahkan sejumlah apresiasi kepada para petugas lini lapangan, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana turut menyerahkan bantuan paket alat suci tangan untuk Kampung KB Sukamulya Desa Cileuleus, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Penyerahan turut disaksikan Bupati Ade dan peserta apel peringatan Harganas ke-27 tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kusmana menjelaskan, penyerahan simbolis alat cuci tangan atau westfel portabel ini merupakan rangkaian kepedulian BKKBN untuk membantu masyarakat dalam mencegah penyebaran virus corona di Jawa Barat. Selain di Tasikmalaya, bantuan serupa diberikan kepada sejumlah kampung KB di Jawa Barat. Sebelumnya, BKKBN Jabar membagikan masker dan alat pelindung diri kepada para petugas dan tenaga kesehatan.

Warga Kampung KB Sukamulya memanfaatkan fasilitas cuci tangan bantuan BKKBN Jabar.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah untuk mencegah penyebaran virus corona. Banyak hal yang telah kami lakukan, baik memberikan bantuan secara langsung kepada masyarakat maupun bekerja sama dengan elemen lain. Belum lama ini, kami bersama-sama dengan Komisi IX DPR RI membagikan bantuan kebutuhan pokok kepada ribuan warga di beberapa kabupaten dan kota,” papar Kusmana.

“Adapun bantuan westafel ini menjadi bagian dari upaya kami untuk mendorong masyarakat agar membiasakan diri menjalankan pola hidup sehat. Dalam hal ini menjalankan protokol pencegahan virus corona dengan cara rajin mencuci tangan menggunakan sabun. Mudah-mudahan bermanfaat,” tambah milenial senior yang akrab disapa Ayah Uung ini.

Ketua Kampung KB Sukamulya Zulkarnaen mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan alat cuci tangan portabel tersebut. Dengan adanya alat tersebut, kini warga yang akan menjalankan ibadah di masjid lebih rajin mencuci tangan. Demikian pula dengan warga di sekitar kampung KB.

“Kebetulan lokasi kampung KB ini berdampingan dengan masjid. Westafel ini kami letakkan dekat masjid. Dengan begitu, mereka yang akan beribadah di masjid bisa mencuci tangan dulu di westafel kampung KB ini. Tentu saja warga yang kebetulan melintas atau tamu kampung KB juga bisa memanfaatkannya. Kami berterima kasih kepada yang telah memberikan alat ini kepada kampung KB. Alhamdulillah sangat bermanfaat,” ungkap Zulkarnaen.(NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: