Home / Berita Daerah / Jauhi Virusnya, Bukan Orangnya!

Jauhi Virusnya, Bukan Orangnya!

Talkshow HIV-AIDS UIN

Talkshow “Bandung Tanpa Diskriminasi Menuju Generasi Berencana” dalam rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia di kampus UIN SGD Bandung. (NOVI HIDAYATI AFSARI/UIN SGD BANDUNG)

BANDUNG –  DUAANAK.COM

Jauhi virusnya, bukan orangnya. NN, orang dengan HIV-AIDS (ODHA), memekikkan kalimat itu menjadi salah satu narasumber talkshow Peringhatan Hari AIDS Sedunia di Auditorium Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, Sabtu 6 September 2014. Pekikkan NN pun langsung diikuti 600 peserta talkshow.

Acara yang dihelat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Bandung dan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (PIKMA FIDKOM) UIN SGD Bandung ini mengusung tajuk “Bandung Tanpa Diskriminasi Menuju Generasi Berencana”. Kepala Divisi Kesehatan Reproduksi BPPKB Kota Bandung Sudjito menjelaskan, talkshow ini bertujuan memberikan informasi dan edukasi komprehensif tentang HIV-AIDS kepada para mahasiswa dan pelajar di Kota Bandung ujar.

Sudjito menambahkan, saat ini Kota Bandung menjadi kota dengan tingkat penderita HIV-AIDS tertinggi se-Jawa Barat. Dari seluruh kasus HIV-AIDS yang ditemukan di Jawa Barat, 57.9 persen di antaranya ditemukan di Kota Kembang. Lebih ngerinya lagi, penderita HIV-AIDS didominasi kalangan usia produktif 20-29 tahun.

Agung SKM dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mengungkapkan, tingginya angka penderita di Kota Bandung sangat dimungkinkan terjadi diskrimanasi pada penderita. Diskriminasi terjadi karena masyarakat, termasuk mahasiswa dan pelajar, tidak mendapat edukasi memadai tentang HIV-AIDS.

Padahal, dr. Ronald Jonathan sebagai salah satu narasumber menegaskan bahwa HIV-AIDS hanya menular dari tranfusi darah, cairan kelamin, dan air susu ibu (ASI). Selebihnya, ODHA dapat hidup dengan normal, seperti bisa makan satu piring, berenang bersama, bahkan menikah. Tentunya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu. “Satu-satunya jalan orang bisa dikatakan positif HIV-AIDS yaitu dengan tes darah,” tegas dokter yang menjadi konsultan HIV-AIDS WHO Jabar ini.

Banyak mahasiswa yang hadir mengapresiasi acara ini. Salah satunya Ilham Mahbubbilah. Dia menilai acara ini memberikan informasi dan edukasi kepada mahasiswa. “Setelah mengikuti acara ini, alhamdulillah jadi banyak tahu tentang apa itu HIV-AIDS dan tak perlu jauhi orangnya tapi jauhi virusnya”, terang mahasiswa Bimbingan Konseling Islam semester satu tersebut.(NOVI HIDAYATI AFSARI/UIN SGD BANDUNG)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: