Home / Berita Daerah / Duta GENRE Jangan Jadi Generasi Instant!

Duta GENRE Jangan Jadi Generasi Instant!

Pemilihan Duta Mahasiswa dan Remaja Genre Jawa Barat 2014

Kabid KSPK BKKBN Jabar menyerahkan tropi Juara kepada peraih gelar Duta Genre Mahasiswa. (DOK. BKKBN JABAR)

Kabid KSPK BKKBN Jabar menyerahkan tropi Juara kepada peraih gelar Duta Genre Mahasiswa. (DOK. BKKBN JABAR)

LEMBANG – DUAANAK.COM

Pesan penting itu disampaikan Siti Fathonah, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat saat membuka acara “Pemilihan Duta Mahasiswa dan Remaja Genre tingkat Provinsi Jawa Barat 2014”, yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 4-5 April 2014 di Pusat Pelatihan  Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PP PAUDNI) Jayagiri Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

 

Berkata di hadapan 79 peserta dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat, Fathonah mengungkapkan bahwa di era digital ini, remaja bukan hanya harus tanggap, namun harus pandai juga memanfaatkan perkembangan teknologi terkini. “Duta Genre saat ini tidak hanya harus pintar secara substansi program Genre, akan tetapi harus didukung juga oleh kemampuan Public Relation (PR) sehingga isu-isu program mampu menarik perhatian para remaja,” papar Fathonah.

 

Ajang Pemilihan Duta sendiri terbagi ke dalam dua kategori, yaitu Lomba Duta Remaja, yang diperuntukkan untuk remaja yang berasal dari Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), serta Lomba  Duta Mahasiswa, yang ditujukan untuk para Mahasiswa dari Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-Ma) di tingkat kabupaten/ kota.

 

Seolah menjawab tuntutan yang disampaikan Fathonah, Linda Herliany, Kepala Sub Bidang Bina Ketahanan Remaja BKKBN Provinsi Jawa Barat, selaku penyelenggara kegiatan ini menjelaskan, bahwa perwakilan Duta Mahasiswa dan Remaja Tingkat Kabupaten/ Kota ini akan dinilai melalui banyak aspek.

 

“Yang paling penting adalah pemahaman mereka akan program Genre. Selanjutnya adalah lifeskill yang mencakup cara penyampaian program, kemampuan berbahasa inggris, kemampuan menjawab pertanyaan, juga kiprah mereka selama ini di daerahnya,” jelas Linda.

 

“Kita tidak mau main-main, karena kelak para pemenang terpilih harus mampu berbicara banyak saat berikprah di tingkat nasional,” lanjutnya.

 

Usaha itu diwujudkan melalui penilaian ketat selama dua hari kegiatan, yang melibatkan penilai yang kompeten dari banyak unsur.

 

“Untuk jurinya, kita mendatangkan dari pihak widyaiswara BKKBN, Dinas Kesehatan, Kementrian Agama, Komisi Penanggulangan AIDS,” tambah Linda yang ditemui seusai acara pembukaan.

 

Selanjutnya, tambah Linda, ada juga juri dari kampus (Fikom Unpad) serta dari praktisi komunikasi yang menilai kemampuan berbicara di depan  umum (public speaking) para kontestan.

 

Ditemui secara terpisah, salah seorang Widyaiswara, Pepep Darusman mengakui bahwa kontestan pada tahun ini, khususnya Duta Remaja, meskipun sudah cukup baik, namun perlu ditingkatkan lagi kemampuannya.

 

“Secara umum baik, yah. Penguasaan materi, cukup lah. Pada umumnya mereka memahami dengan baik materi yang dilombakan, yaitu seputar Genre, juga TRIAD KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja). Antusiasmenya juga bagus dalam membahas masalah-masalah seputar remaja,” sambung widyaiswara di Balai Diklat KKB Garut ini.

 

Senada dengan Pepep, salah satu pembina STAR JABAR, yaitu kelompok kerja yang menangani masalah remaja di Jawa Barat, Wawan Wardiawan menambahkan bahwa para kontestan sebaiknya terus mengembangkan kemampuan. Tidak hanya berhenti di lomba ini saja. “Bekal teoritis saja tidak cukup. Mereka harus melengkapi diri dengan berbagai lifeskill agar kelak ketika terjun langsung ke lapangan, bisa menjalankan program dengan baik,”  papar pria peraih penghargaan tingkat nasional ini.

 

Program Generasi Berencana, sebagai program unggulan BKKBN untuk generasi muda memang memiliki tantangan yang unik. Karena, tidak seperti umumnya program, Genre adalah program yang memberdayakan para remaja, dilakukan oleh remaja dan untuk remaja. Karenanya, tak salah Fathonah menyampaikan harapan besar di pundak para duta ini.

 

“Jangan mau jadi generasi yang instant, mau gampangnya saja,” pesan Fathonah. “Kalau perlu, untuk tahun mendatang, kita akan melakukan karantina bagi putra putri terbaik daerah, untuk lebih memantapkan kemampuan para duta remaja dan mahasiswa dalam sosialisasi program Genre,” pungkasnya dengan penuh semangat. (ZDN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: