Home / Berita Daerah / Ber-KB Sekaligus Jadi Motivator

Ber-KB Sekaligus Jadi Motivator

Bubun, salah seorang peserta MOP dari KBB, saat dites darah sebelum melaksanakan operasi vasektomi.(HENI SUHAENI/IPKB KBB)

Bubun, salah seorang peserta MOP dari KBB, saat dites darah sebelum melaksanakan operasi vasektomi.(HENI SUHAENI/IPKB KBB)

BANDUNG BARAT – PELITA

Bagi Bubun (40), mengikuti operasi vasektomi merupakan pilihan yang dianggapnya paling baik demi menciptakan keluarga bahagia. Pasalnya, sang istri yang telah memberinya dua anak mengalami hambatan ber-KB.

“Saya tidak bisa memaksakan ibunya (istri-Red) untuk ber-KB, karena dia tidak cocok pakai KB suntik. Dia juga pernah dipasang (MOW-Red) tapi akhirnya dicopot lagi dan sampai sekarang tidak dipasang lagi,” ujar penduduk Kampung Nyalindung RT 1 RW 1 Desa Singajaya Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pria yang berprofesi sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa) tersebut mengaku hanya memiliki dua anak, yang usianya baru 14 tahun dan 7 tahun itu. Ia menegaskan dengan dua anak saja cukup menambahkan kebahagiaan perkawinannya. Ia memutuskan untuk mengikuti operasi vasektomiyang diselenggarakan BKKBN Perwakilan Jabar bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) KBB, Kamis (22/5) di Gedung Serbaguna Batujajar Kecamatan Batujajar, KBB.

Ia berharap keikutsertaannya untuk ber-KB bisa diikuti para pria lainnya. “Saya ingin memberikan motivasi kepada rekan-rekan sejawat atau para pria yang sudah punya anak dua atau lebih untuk ber-KB juga,” ujarnya.

Berbeda dengannya, Jeni Farel (28) justru memilih ber-KB karena diusianya yang masih terbilang muda telah memiliki lima anak. Bahkan saat ini istrinya yang bernama Rani Aidah (29) tengah hamil tua juga. Padahal penghasilannya sebagai buruh serabutan tidak cukup untuk membiayai anak-anaknya yang masih kecil.

“Anak saya yang paling gede baru kelas 1 SMP, yang paling kecil berumur satu tahun. Jadi biar saya saja yang ikut KB. Karena istri saya nggak cocok kalau masuk KB,” ujarnya seraya mengatakan, tidak khawatir dengan dampak apapun.

Menurut Ketua Paguyuban KB KBBTatang Suryana, kesadaran pria ber-KB di KBB mulai menunjukan peningkatan yang cukup signifikan. Hingga Mei 2014 saja, peserta KB Pria di KBB telah mencapai 180 orang, belum termasuk peserta yang melakukan operasi hari ini (Kamis, 22/5) sebanyak 49 orang. “Kita targetkan tahun ini bisa mencapai 900 orang, bisa naik dari tahun lalu yang mencapai 700 orang. Insya Allah kita akan terus melakukan sosialisasi ke 16 kecamatan yang ada di KBB ini,” terangnya.

Dikatakan Tatang, kendala yang dihadapi pihaknya ketika melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang Metoda Operasi Pria (MOP) ini diantaranya, masih ada anggapan bahwa operasi itu seperti dikebiri. Namun setelah mendapatkan penjelasan, sebagian bisa memahaminya sehingga mereka mau juga ber-KB.

“Kegiatan KB ini kan lintas sektoral, jadi ketika saya lakukan sosialisasi harus koordinasi dulu dengan pemerintahan setempat serta menyertakan tomas (tokoh masyarakat-Red), toga (tokoh agama-Red) dan unsur lainnya,” pungkasnya. (Heni Suhaeni- IPKB KBB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: