Home / Berita Daerah / Badan Amil Zakat Sumedang Peduli Keluarga Prasejahtera

Badan Amil Zakat Sumedang Peduli Keluarga Prasejahtera

Bupati Sumedang Ade Irawan menandatangani perjanjian kerjasama pinjaman modal antara Baznas dan BKBPP pada peringatan Harganas XXI. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

Bupati Sumedang Ade Irawan menandatangani perjanjian kerjasama pinjaman modal antara Baznas dan BKBPP pada peringatan Harganas XXI. (NAJIP HENDRA SP/DUAANAK.COM)

SUMEDANG – DUAANAK.COM

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumedang makin getol membantu pengembangan usaha kecil dan menengah. Bantuan ini disalurkan dalam skema bantuan pinjaman modal bergulir tanpa agunan dan bunya bagi usaha produktif maupun bantuan langsung bagi keluarga miskin.

Bantuan langsung dan tanpa harus dikembalikan biasanya disalurkan bagi para pedagang gorengan, serabi, cendol, dan lain-lain. Setiap pedagang kecil ini menerima bantuan Rp 200- 500 ribu. Sebagian dari mereka dengan suka cita mengembalikan  modal ketika usahanya mulai berhasil.

Ketua Baznas Kabupaten Sumedang Ali Bajri menjelaskan, saat ini tak sedikit para pedagang yang terjerat rentenir sudah dibebaskan Baznas. Khusus bagi mereka yang meminjam modal tetapi tdak bisa melunasi hutangnya, Ali menjelaskan, mereka cukup menunjukkan keterangan tidak mampu dari RT/ RW setempat.

“Ada juga warga yang keukeuh ingin melunasi hutangnya, membayarnya dengan tenaga atau jasa. Pak, sawios abdi damelkeun tukang sasapu atau naon we, supados tiasa ngalunasan hutang,” timpal Ali menirukan ucapan mereka dikantornya, Senin 25 Agustus 2014.

Bantuan- bantuan modal yang bergulir itu tujuan utamanya meningkatkan ekonomi kerakyatan agar menjadi lebih sejahtera dan bisa menularkan lagi pada keluarga lainnya. Dan,  yang utamanya adalah mendidik para mustahik dari yang tadinya penerima zakat menjadi muzaki atau pemberi zakat.

“Bantuan tersebut mulai ratusan ribu sampai ada yang sudah Rp 20 juta. Ini salah satu contoh peningkatan usaha  tadi, dari  mustahik menjadi muzaki. Lama pengembalian maksimal 10 bulan. Termasuk dalam Harganas kemarin, Baznas memberi bantuan usaha pada kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) sebesar Rp 20 juta. Ini bentuk kerja sama antara Baznas dan Bdan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) tentang pinjaman dana bergulir bagi kelompok UPPKS dengan sasaran masyarakat prasejahtera dan KS I,” ujarnya.

Selain dengan BKBPP, pihaknya pun telah bekerja sama pula dengan RSUD Sumedang untuk memangani pembayaran masyarakat yang belum terdaftar di BPJS. Menurutnya, Baznas telah membantu atau sebagian besar sudah mencoba mengambil alih program pemerintah di bidang sosial kesejahteraan rakyat untuk meningkatkan taraf hidup rakyat kecil.

“Kita peduli dengan bantuan kesehatan bagi masyarakat miskin karena tidak semuanya bisa ditangani oleh pemerintah. Yang harus dibantu, ya kita bantu dan kami siap melayani untuk mencapai tujuan utama dan bersama, yakni menyadarkan masyarakat untuk berzakat dengan pengelola yang amanah. Meski kesadaran masyarakat wajib keluarkan zakat baru 20 persen yang bayar ke Baznas karena ada di antaranya yang bayar langsung,” jelasnya.(EMI S/IPKB SUMEDANG)

One comment

  1. Assalamualaikum, saya ingin penelitian di BAZNAS sumedang, apakah ada web atau no yg bisa saya hubungi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: