Home / Berita Daerah / 75 Warga Pangandaran Jalani MOW dan MOP

75 Warga Pangandaran Jalani MOW dan MOP

Seorang pria menjalani vasektomi di mobil pelayanan KB. (DOK. WARTAKENCANA)

Seorang pria menjalani vasektomi di mobil pelayanan KB. (DOK. WARTAKENCANA)

PANGANDARAN – DUAANAK.COM

Sebanyak 75 warga Kabupaten Pangandaran menjalani operasi kecil tubektomi atau metode operasi wanita (MOW) dan vasektomi alias metode operasi pria (MOP) di Puskesmas Pangandaran pada Rabu, 15 Oktober 2014. Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat, dan Pemerintahan Desa (BP3APK2BPMPD) Kabupaten Pangandaran Asep Agustin mengatakan, sepanjang 2014 ini pihaknya melaksanakan tiga pelayanan MOP dan MOW.

“Target kita memang 75 orang, baik itu laki-laki maupun perempuan. Namun, jumlahnya lebih banyak perempuan. Operasi ini adalah operasi kecil bagi mereka yang tidak ingin menambah jumlah keturunan,” jelas Asep.

Asep menjelaskan, vasektomi adalah operasi kecil untuk mencegah transportasi sperma pada testikel dan penis. Cara ini merupakan prosedur untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Sedangkan tubektomi merupakan pemotongan saluran indung telur, sehingga sel telur tidak dapat memasuki rahim untuk dibuahi. Operasi ini bersifat permanen, namun dapat disambungkan kembali atau rekanalisasi. Dengan catatan, rekanalisasi tidak mampu mengembalikan fertilitas secara optimal.

Tubektomi dan vasektomi biasanya hanya ditujukan bagi kalangan masyarakat yang sudah memiliki lebih dari tiga anak dan tidak ingin lagi menambah keturunan. “Masyarakat yang telah mengikuti operasi, selama tiga hari jangan bekerja terlalu berat. Saat berhubungan suami istri harus menggunakan kondom selama 20 kali berhubungan,” jelasnya.

Informasi yang berhasil dihimpun HR menyebutkan, laju pertumbuhan penduduk (LPP) Kabupaten Pangandaran mencapai angka 0,49 persen. Adapun angka fertilitas total (total fertility rate) 2,04. Dengan kata lain, dalam satu keluarga terdapat dua hingga tiga orang anak. Sepanjang 2014 ini terdapat 2.419 kehamilan.

Rohayati (36), warga Dusun Cisalak Timur, RT 15 RW 06, Desa Bunisari, Kecamatan Cigugur, mengakui dirinya sudah mempunyai tiga orang anak. “Saya sudah mantap ingin melakukan operasi ini karena tidak ingin menambah anak lagi. Tentunya setelah ada persetujuan dari suami dan orang tua,” jelasnya.

Nurzaman (51), warga Dusun Pangandaran, RT 03 RW 03, Desa Pangandaran, mengaku, selain tidak ingin menambah keturunan, karena sudah memiliki tiga anak, dia ingin membuktikan bahwa meski sudah vasektomi, kejantanan pria tetap meningkat. “Proses operasi terbilang cukup cepat. Nggak sakit, cuma tadi ada mual sedikit, tapi itu sudah hilang,” kata Nurzaman sambil tersenyum.(MADLANI/IPKB PANGANDRAN)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: