Home / Berita Utama / Warga Bersyukur Terima Bantuan BKKBN Jabar

Warga Bersyukur Terima Bantuan BKKBN Jabar

Ketua PPKS Sauyunan Elma Triyulianti menyerahkan bantuan sembako dan masker kepada Tedi Permadi, perwakilan Linmas Kelurahan Margasari, Kota Bandung. (NAJIP HENDRA SP/WARTA KENCANA)

BANDUNG | WARTA KENCANA

Sejumlah warga di sekitar Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS) Sauyunan mengaku sangat bersyukur mendapat perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Rasa syukur tersebut diungkapkan usai menerima bantuan paket kebutuhan pokok dan masker di PPKS Sauyunan, Jalan Margacinta Nomor 58 Kota Bandung.

“Bagi saya yang sehari-hari narik ojek online, bantuan ini sangat berarti. Pendapatan keluarga berkurang sangat drastis sejak adanya korona,” kata Tedi Permadi (25), pengemudi ojek online yang biasa mencari penumpang di Jalan Margacinta, saat ditemui usai menerima bantuan di PPKS Sauyunan.

Bapak satu anak ini mengaku, sebelum kemunculan wabah korona atau cobid-19 pendapatannya berkisar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu per hari. Kini, setelah covid-19 melanda, mendapat Rp 100 ribu saja sudah sangat bersyukur. Tidak jarang hanya pulang mengantongi Rp 50 ribu.

“Sebenarnya ojol (ojek online, red) masih diperbolehkan untuk delivery service makanan. Namun karena orang-orang diam di rumah, mereka jarang membeli makanan di luar. Sekarang rata-rata masak sendiri di rumah. Order makanan pun sepi banget,” keluh Tedi.

Karena itu, Tedi mangku sangat terbantu dengan adanya bantuan yang diberikan BKKBN melalui PPKS Sauyunan. Meski tidak bisa menutupi seluruh kebutuhan sembako selama beberapa pekan ke depan, bantuan bisa digunakan untuk menyambung hidup dalam beberapa hari. Dia berharap bantuan serupa datang dari pihak lain yang peduli terhadap masyarakat terdampak covid-19 seperti dirinya.

Aneng Nurlailah menerima bantuan sembako dari BKKBN Jabar yang diserahkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Bandung Andri Darusman. (NAJIP HENDRA SP/WARTA KENCANA)

Ungkapan syukur juga datang dari Aneng Nurlailah (34), warga Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. Dicegat usai menerima paket bantuan di lokasi PPKS Sauyunan, ibu rumah tangga dengan dua anak ini mengaku sangat bersyukur telah mendapat perhatian BKKBN.

“Gara-gara korona, saya sekeluarga termasuk yang sangat terdampak. Dengan semua berada di rumah, pengeluaran untuk makan otomatis bertambah. Jika sebelumnya sehari cukup ¾ kilogram beras, kini tidak bisa lagi. Anak-anak semua di rumah. Pengeluaran bertambah, pemasukan berkurang,” keluh Aneng.

Yang paling membuatnya sangat tertekan adalah kebijakan pembatasan jam operasional minimarket di dekat rumahnya. Maklum, suaminya sehari-hari menjadi petugas parkir di minimarket yang berjarak sekitar 50 meter dari PPKS Sauyunan tersebut. Sebelum adanya wabah, minimarket buka 24 jam. Sang suami pun leluasa menarik uang parkir sepanjang malam.

“Sekarang (minimarket) harus tutup menjelang magrib. Praktis tidak ada lagi yang parkir. Saya juga biasanya jualan roti bakar di depan minimarket yang dijaga suami, sekarang tidak lagi. Awal-awal korona, saya sempat buka. Cuma sepi, gak ada yang beli. Akhirnya sekarang tutup. Alhamdulillah ada bantuan BKKBN. Bisa buat nyambung hidup keluarga saya,” ujarnya pasrah.

Ditemui di sela kesibukannya mempersiapkan pelayanan operasional, Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN Jawa Barat sekaligus Ketua PPKS Sauyunan Elma Triyulianti menjelaskan, pihaknya menyalurkan bantuan kepada 100 keluarga terdampak di sekitar lokasi PPKS Sauyunan. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BKKBN kepada masyarakat sekaligus ajang sosialisasi keberadaan PPKS Sauyunan.

“Sebenarnya tidak hanya bantuan sembako. Kami juga melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan covid-19. Karena itu, dalam paket yang kami bagikan terdapat masker bagi empat anggota keluarga, stiker berisi informasi layanan konseling PPKS dan imbauan pencegahan covid-19, serta mini banner berisi langkah praktis memutus mata rantai penyebaran covid-19,” terang Elma.

Petugas PPKS Sauyunan menyerahkan bantuan kepada salah seorang petugas Linmas Kelurahan Margasari, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung. (NAJIP HENDRA SP/WARTA KENCANA)

Secara keseluruhan, sambung Elma, bantuan diberikan kepada warga di enam rukun warga (RW) di Kelurahan Margasari. Bantuan juga diberikan kepada petugas perlindungan masyarakat (Linmas) alias Hansip yang sehari-hari bertugas di kelurahan tersebut. Khusus bagi pengemudi ojek, baik online maupun konvensional, BKKBN juga memberikan jas hujan (raincoat) yang diharapkan dapat berfungsi sekaligus sebagai pelindung diri dari ancaman wabah covid-19.

“Para pengemudi ojek ini termasuk yang paling rentan terpapar virus covid-19. Mereka hampir seharian berada di luar, di jalanan. Karena itu, selain memberikan masker, kami juga memberikan raincoat buat mereka. Kami berharap mereka terlindung dari ancaman virus karena kita sadar bahwa mereka pada dasarnya terpaksa tetap berada di luar rumah untuk menafkahi keluarganya,” pungkas Elma. (NJP)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: