Home / Berita Utama / Puan Maharani Serukan Semua Pihak Dukung Genre

Puan Maharani Serukan Semua Pihak Dukung Genre

Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Ahmad Heryawan, dan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra berpose bersama puluhan siswa SMPN 1 Cisarua

Menko PMK Puan Maharani, Gubernur Ahmad Heryawan, dan Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra berpose bersama puluhan siswa SMPN 1 Cisarua

BANDUNG BARAT – DUAANAK.COM

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menyerukan semua pihak mendukung dan terus menyosialisasikan program Generasi Berencana (Genre) di Indonesia. Seruan Puan tersebut disampaikan saat mengunjungi SMP Negeri 1 Cisarua di Kabupaten Bandung Barat pada Rabu 28 Januari 2015. Turut menyertai kunjungan kerja tersebut antara lain Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wakil Bupati Bandung Barat Yayat T Soemitra, dan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Sugilar.

“Saya berharap gubernur dan kepala daerah yang hadir di sini bisa terus mendorong program Genre ini. (Program Genre) ini harus dilakukan sosialisasi secara bergotong royong, bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh segenap masyarakat,” tegas Puan.

Kepada ratusan siswa SMP yang menyambutnya mulai dari halaman hingga lorong-lorong sekolah dan ruang kelas, Puan berpesan untuk terus belajar dengan giat agar kelak mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Puan menegaskan, salah satu bentuk revolusi mental adalah berupa perubahan perilaku, dari buruk menjadi baik, dari malas menjadi rajin.

“Anak-anak muda harus menjadi generasi unggul, penerus masa depan bangsa ini. Kalian semua harus sehat jasmani dan rohani. Bagaimana caranya? Tentu saja belajar yang baik dan bergizinya sehat. Jadi, nanti semua yang ada di sini itu bukan hanya akan menjadi generasi muda yang akan membangun Indonesia, tetapi juga dikenal di luar negeri, disegani di negara lain, dihormati negara lain,” tandas putri Presiden Republik Indonesia kelima Megawati Sukarnoputri tersebut.

Puan menuliskan pesan untuk anggota PIKR SMPN 1 Cisarua.

Puan menuliskan pesan untuk anggota PIKR SMPN 1 Cisarua.

Puan yang siang itu tampil sederhana mengenakan batik bernuansa merah tersebut menjelaskan, prasyarat untuk berkompetisi dengan generasi muda dari negara lain adalah pendidikan tinggi. Pemerintah, sambung dia, terus memperluas beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di luar negeri bagi generasi muda berprestasi. Syaratnya, ketika mereka tuntas menamatkan pendidikan di luar negeri harus kembali ke tanah air.

“Nah, itu semua nggak bisa kalau kalian memilih menikah muda. Jangan sampai berpikir menikah dulu, baru sekolah, lalu buka warung. Jangan. Selesaikan dulu sekolah minimal sampai SMA, setelah itu buka warung. Itu boleh. Bagi anak-anak Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri, Ingat harus kembali ke Indonesia dan bersama-sama membangun Indonesia. Dan, kalian harus kalian harus tahu bahwa kalian itu rumahnya di Indonesia, dari Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan lain-lain. Kalian harus mebangun wilayahnya masing-masing. Dan, ini hanya bisa dilakukan bila anak-anak Indonesia punya keinginan seperti itu,” papar Puan.

Selain itu, Puan juga berpesan kepada para guru untuk mengubah pendekatan pembelajaran. Bila sebelumnya kerap dilakukan melalui perintah atau instruksi, kini harus dilakukan melalui pendekatan dan bergaul sebagaimana layaknya teman. Guru dituntut mampu memahami perasaan anak-anak didik. Dengan cara itu, anak-anak tetap merasa memiliki kewajiban belajar sekaligus tidak kehilangan dunia anak-anak seusianya.

“Tidak terbebani pelajaran, tetapi pelajaran itu menjadikan anak-anak unggul yang mampu ikut serta dalam membangun bangsa ini. Tentu saja, kami di pemerintah punya kewajiban untuk membantu mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi guru untuk menjadi lebih produktif. Dan, itu bukan janji, tapi satu visi dan misi yang harus dilakukan bersama dalam membangun bangsa ke depan,” kata ibu muda yang kerap disapa tante oleh teman anak-anaknya itu.

“Paling tidak di Jawa Barat, anak-anak kita memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki pendidikan minimal 12 tahun, dan mempunyai gizi sehat dan seimbang. Kami berharap mereka menikah pada waktunya, tidak menikah muda, tidak terlibat narkoba, dan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan umurnya. Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk menunda usia perkawinan. Dan, melalui program Genre ini diharapkan pernikahan dini akan berkurang,” tambah Puan.

Seorang siswa menjelaskan tentang kesehatan reproduksi remaja di hadapan Menko Puan dan Gubernur Heryawan.

Seorang siswa menjelaskan tentang kesehatan reproduksi remaja di hadapan Menko Puan dan Gubernur Heryawan.

Dengan begitu, Puan optimistis lima tahun hingga 10 tahun ke depan anak-anak Indonesia yang sehat jasmani dan rohani menjadi generasi unggul. Generasi yang memiliki daya saing tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di luar negeri.

Sementara itu, selama kunjungan selama lebih kurang satu jam tersebut Puan dan rombongan berkesempatan berinteraksi dengan warga sekolah. Setibanya di lapangan upacara, rombongan mendapat sambutan pertunjukkan angklung suguhan lingkung seni siswa SMP Negeri 1 Cisarua. Puan juga sempat meninjau permainan ular tangga Genre. Di bagian akhir kunjungan, Puan didampingi Heryawan meresmikan sekretariat Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) Necis SMPN 1 Cisarua.(TDR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: