Home / Berita Utama / BKKBN-PWNU Jabar Sepakat Hidupkan Lagi Klinik KB dan GSSK

BKKBN-PWNU Jabar Sepakat Hidupkan Lagi Klinik KB dan GSSK

Ketua PWNU Jabar KH Hasan Nur Hidayatullah menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana di kantor PWNU Jabar, Jalan Galungung, Kota Bandung. (DOK. BKKBN JABAR)

BANDUNG | DUAANAK.COM

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat sepakat melanjutkan kerjasama dalam mengembangkan Gerakan Santri Siaga Kependudukan (GSSK) di Jawa Barat. Keduanya juga sepakat menghidupkan kembali klinik keluarga berencana (KB) untuk pelayanan kontasepsi dan kesehatan reproduksi bagi masyarakat di sekitar pesantren atau kantor-kantor NU di Jawa Barat.

Kesepakatan ini mengemuka saat Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Kusmana menemui secara khusus Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat KH Hasan Nur Hidayatullah di kantornya, Jalan Terusan Galunggung Nomor 9 Bandung, pada Kamis, 20 Februari 2020. Kusmana yang datang bersama Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat Irfan Indriastono diterima Gus Hasan, sapaan akrab KH Hasan Nur Hidayatullah, dan sejumlah pengurus PWNU Jabar.

“Sebagai orang yang baru mendapatkan tugas di Jawa Barat, saya merasa perlu sowan kepada mitra kerja, baik di pemerintahan maupun para pimpinan oraganisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan bersilaturahmi dengan Gus Hasan. Sebagai tokoh sentral NU di Jawa Barat, saya merasa perlu untuk meminta restu dan doa serta dukungan dalam melaksanakan program Banggakencana. Alhamdulilah beliau menyambut baik dan akan mendukung program Banggakencana di Jawa Barat. Mudah-mudahan berikutnya bisa bersilaturahmi dengan mitra kerja yang lain,” ungkap Kusmana sesaat setelah melakukan audiensi dengan Ketua PWNU.

“Awal dekade 80-an silam, klinik KB hadir di kantor-kantor NU. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya yang dekat dengan lokasi klinik tersebut. BKKBN sangat terbantu oleh NU dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Nah, sekarang kami ingin menghidupkan kembali,” sambung Uung, sapaan akrab Kusmana.

Mendapat kunjungan perdana Kang Uung dkk, Gus Hasan pun sumringah. Pihaknya mengaku sangat tersanjung menjadi organisasi kemasyarakatan pertama yang dikunjungi Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat yang baru dilantik sepekan sebelumnya tersebut. Terlebih BKKBN secara konkret mengajak kolaborasi dalam membangun masyarakat Jawa Barat yang nota bene menjadi salah satu basis massa kaum nahdliyin di Indonesia.

Gus Hasan dan Kang Uung di kantor PWNU Jabar. (DOK. BKKBN JABAR)

Gus Hasan pun lansung mengundang secara khusus Kepala BKKBN Jawa Barat untuk menghadiri sekaligus memberikan pembekalan pada Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) yang bakal dihelat dalam waktu dekat. Selain menyampaikan tentang GSSK, Uung juga diminta  untuk menyampaikan program pembangunan keluarga, kependudukann, dan keluarga berencana (Banggakencana) di Jawa Barat secara menyeluruh.

“Kami sangat menyambut kehadiran Kang Uung dan rombongan teman-teman BKKBN Jawa Barat. Insyaalah kita akan terus bersinergi untuk kemaslahatan keluarga di Jawa Barat. Selain melanjutkan GSSK yang telah diluncurkan bersama-sama antara BKKBN dan PWNU di Cianjur beberapa waktu lalu, tentu kami menyambut baik keinginan Pak Kepala BKKBN untuk menghidupkan kembali klinik KB,” ungkap Gus Hasan.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Jawa Barat yang dihubungi tidak lama setelah pertemuan usai menjelaskan, pihaknya akan langsung menindaklanjuti kerjasama kemitraan antara BKKBN Jawa Barat dengan PWNU Jawa Barat melalui penyepakatan beberapa kerjasama. Jika tak ada aral melintang, naskah perjanjian kerjasama akan dilaksanakan pada pembukaan Rapat Koordinasi Daerah Banggakencana 2020.

“Teknisnya kita matangkan bersama-sama. Intinya BKKBN-PWNU sepakat untuk bersinergi dalam pengembagan program Banggakencana. Kerjasama ini sekaligus menjadi tindaklanjut kerjasama antara BKKBN dengan PBNU beberapa waktu lalu. Kita di daerah tinggal mengoperasionalkan, dengan tidak menutup ruang untuk penambahan di sana-sini,” jelas Irfan. (NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: