Home / Berita Utama / Ajari Digital Marketing, BKKBN Jabar Ajak UPPKS Naik Kelas

Ajari Digital Marketing, BKKBN Jabar Ajak UPPKS Naik Kelas

Aneka produk UPPKS yang ditampilkan dalam tampilan muka akun Instagram @rumpakabalantik. Etalase virtual ini menjadi lapak bagi UPPKS Jawa Barat dalam memasarkan produknya.

BANDUNG | WARTA KENCANA

Virus corona atau corona virus disease 2019 (Covid-19) boleh saja merontokkan perekonomian. Meski begitu, selalu ada peluang di tengah kesulitan yang mendera. Peluang itu yang ditawarkan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat kepada kelompok usaha peningkatan pendapatan keluarga sejahtera (UPPKS). Caranya, UPPKS diajak untuk memasarkan produknya melalui platform digital.

Lebih dari sekadar mengajak, BKKBN yang nota bene merupakan induk semang kelompok UPPKS memberikan sejumlah pelatihan teknis terkait digital marketing kepada para pelaku pemberdaya ekonomi keluarga tersebut. Bahkan, BKKBN Jabar turut memfasilitasi etalase virtual bagi setiap produk UPPKS yang dianggap sudah memenuhi standar kelayakan untuk dipasarkan kepada khalayak.

“BKKBN memang tidak berjalan sendirian. Kami menggandeng sejumlah pihak yang memiliki perhatian pada pengembangan ekonomi kerakyatan, khususnya ekonomi keluarga. Belum lama ini kami mengirimkan sejumlah kelompok UPPKS pilihan untuk mengikuti workshop digital marketing yang diadakan oleh Shopee. Selanjutnya, mereka yang telah lolos kurasi produk sudah bisa langusng memasarkan produknya melalui Shopee,” terang Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga (KSPK) BKKBN Jawa Barat Elma Triyulianti saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain bekerjasama dengan marketplace kelas kakap tersebut, pihaknya juga memfasilitasi kelompok yang lain untuk mengikuti workshop mandiri BKKBN. Meski prakarsa datang dari BKKBN, namun dalam pelaksanaannya tetap menggandeng para pihak yang memiliki perhatian kepada pengembangan ekonomi keluarga tersebut.

Elma menyebut setidaknya tiga mitra utama yang berkolaborasi dengan BKKBN Jawa Barat untuk membantu mengembangkan kelompok UPPKS: YK Mark, Evermos, dan Zoya. YK Mark merupakan sebuah perusahaan rintisan (startup) yang bergerak dalam digital campaign atau pemasaran digital. Tim ini berperan menganalisis bisnis dan menawarkan strategi solutif dalam meraih objektif yang menjadi target pasar kelompok UPPKS. ​

Adapun Evermos merupakan sebuah platform untuk menjual produk-produk muslim Indonesia.  Mengusung tagline “Everyday Need for Every Moslem”, Evermos bertujuan membantu pelaku-pelaku bisnis kecil dan perorangan untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaaan besar dan yang sudah maju. Evermos membangun channel penjualan dan peluang bisnis sebagai reseller untuk berjualan produk muslim di Indonesia dengan lebih efisien dan efektif. 

“Potensi kelompok UPPKS ini sangat besar. Saat ini terdapat 6.205 kelompok UPPKS di Jawa Barat. Jenis usahanya juga beragam, mulai makanan olahan hingga kriya dan pakaian jadi. Batik Kencana edisi Jawa Barat yang menjadi seragam kebanggaan pengelola program Bangga Kencana merupakan produk UPPKS di Kabupaten Majalengka. Mereka memiliki kemampuan untuk menjadi sumber kekuatan ekonomi keluarga dan masyarakat,” terang Elma.

Kepala Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga BKKBN Jawa Barat Elma Triyulianti. (DOK. WARTA KENCANA)

Elma menilai setidaknya terdapat dua kelemahan umum UPPKS di Jawa Barat maupun daerah lain di tanah air. Pertama, belum memiliki kemampuan untuk mengemas produk secara menarik atau sesuai selera konsumen. Kedua, memiliki keterbatasan dalam memasarkan produk. Sejauh ini produk UPPKS hanya berkembang di sekitar tempat produksi atau masyarakat setempat. Produk UPPKS sulit menjangkau pasar lebih luas.

“Boleh dibilang pandemi Covid-19 ini membawa berkah. Gara-gara imbauan saja di rumah dan kebijakan bekerja dari rumah, kami mendesain kegiatan workshop virtual yang bisa diikuti para pegiatan kelompok UPPKS. Responsnya sangat bagus. Mereka antusias mengikuti serial pelatihan digital marketing yang kami adakan selama pandemi. Hasilnya juga sudah bisa kita lihat sekarang. Mereka mulai piawai menjajakan produknya secara daring, baik melalui media sosial sendiri maupun menjadi mitra marketplace yang sudah ada,” papar Elma.

“Kami menargetkan melalui pelatihan dan pendampingan digital marketing ini UPPKS kita bisa naik kelas. Bila sebelumnya produk UPPKS hanya beredar di daerah tertentu, melalui pemasaran digital ini bisa menjangkau lebih banyak konsumen. Tak ada lagi batasan wilayah. Kami menerima laporan, kini banyak produk UPPKS yang dipesan dari luar kota, bahkan dari luar Pulau Jawa. Ini menunjukkan bahwa produk UPPKS bisa bersaing, baik kualitas maupun harga. Jika ini terus berjalan, kami sangat yakin akan menjadi daya ungkit perekonomian keluarga Jawa Barat. Sudah barang tentu mengatrol tingkat kesejahteraan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan,” tambah Elma.

Lebih jauh Elma menjelaskan, untuk mengenalkan produk-produk UPPKS, pihaknya menyediakan etalase virtual yang bisa dimanfaatkan seluruh kelompok UPPKS. Etalase ini berupa lapak digital pada platform Instagram dan Facebook dengan nama akun @rumpakabalantik.  Melalui lapak ini, warganet bisa mengintip produk apa yang ditawarkan UPPKS se-Jawa Barat. Mereka yang berminat bisa langsung mengubungi pemilik produk tersebut yang informasinya tersaji lengkap pada deskripsi masing-masing produk. Penasaran? Mari berkunjung ke @rumpakabalantik! (NJP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top
%d bloggers like this: